Rabu, 16 September 2009

Six Sigma

Written by mayhoneys

Six Sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus mengurangi cacat (produk/jasa yang diluar spesifikasi) dengan menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif (Manggala, 2005). Six sigma merupakan proses disiplin tinggi yang membantu mengembangkan dan mengantarkan produk mendekati sempurna. Six sigma adalah suatu visi peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) untuk setiap transaksi produk baik barang maupun jasa (Trihendradi, 2006). Dengan demikian Six Sigma dapat dijadikan ukuran target kinerja sistem industri tentang bagaimana baiknya suatu proses transaksi produk antara pemasok (industri) dan pelanggan (pasar). Semakin tinggi target sigma yang dicapai, kinerja sistem industri akan semakin baik. Six Sigma juga dapat dianggap sebagai terobosan yang memungkinkan perusahaan melakukan peningkatan luar biasa (dramatic) dan sebagai pengendalian proses industri yang berfokus pada pelanggan, melalui penekanan pada kemampuan proses (process capability).

Beberapa terminologi yang menjadi kunci dalam konsep Six Sigma (Gaspersz, 2002) adalah:

- CTQ ( Critical To Quality ); atribut- atribut yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kepuasan pelanggan, yang merupakan elemen dari suatu produk, proses atau praktek- pratek yang berdampak pada kualitas.

- Defect ; kegagalan untuk memberikan apa yang diinginkan pelanggan.

- Defect Opportunity ; kejadian atau kondisi yang terstruktur yang memberikan kesempatan untuk tidak terpenuhinya kebutuhan pelanggan.

- DPO (Defect per Opportunity) atau kegagalan per satu kesempatan. Untuk menghitung DPO digunakan sebagai berikut :

- DPMO (Defect Per Million opportunity); ukuran kegagalan yang menunjukkan banyaknya cacat atau kegagalan per satu juta kesempatan. Target dari pengendalian kualitas six sigma sebesar 3.4 DPMO. DPMO dihitung dengan persamaan:

- Process Capability; kemampuan proses untuk memproduksi atau menyerahkan output sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan pelanggan.

- DMIAC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control); merupakan proses untuk peningkatan terus menerus menuju target six sigma. DMIAC dilakukan secara sistematik berdasar ilmu pengetahuan dan fakta (systematic, scientific, and fast based).

Pergeseran dalam Six Sigma :

Ketika suatu proses berjalan maka pasti terjadi variasi, baik itu pada proses manufaktur maupun pada proses penghantaran jasa. Variasi dapat disebabkan oleh dispersi (lebar proses) dan pengukuran lokasi (pusat proses). Pengendalian proses Six Sigma yang dikembangkan Motorola mengijinkan adanya pergeseran variasi pada proses berkisar ± 1,5 sigma, sehingga akan dihasilkan 3,4 DPMO. Dengan demikian berdasar konsep ini berlaku toleransi penyimpangan ยต = T± 1,5_. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar berikut

Satu hal yang perlu digaris bawahi bahwa konsep six sigma yang dikembangkan oleh Motorola dengan pergeseran nilai rata-rata (mean) dari proses yang diizinkan sebesar 1.5 sigma merupakan hal yang berbeda dari konsep six sigma dalam distribusi normal yang umum dipahami selama ini yang tidak mengizinkan adanya pergeseran dalam nilai rata-rata dari proses.

Tidak ada komentar: